Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tangan atau bantalan jari tangan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan ringan ataupun dengan sedikit penekanan. Gerakan ringan biasanya digunakan untuk meratakan minyak pijat, pengenaan gerakan (sebagai gerakan permulaan) maupun menenangkan kembali jaringan otot yang telah dirangsang dengan gerakan-gerakan lainnya, misalnya: Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tanganatau bantalan jari tangan.
![]() |
Terapis menggunakan permukaan datar, seperti tangan atau lengan. Dia bergerak dengan rendah gesekan atas hamparan besar kulit, menerapkan tekanan moderat. Setelah selesai ringan, memberikan stimulasi yang menyenangkan pada kulit. Diterapkan dengan tekanan lebih, dapat menghasilkan efek positif pada sirkulasi. Hasil sendi pijat, santai menenangkan.Dalam Effleurage cahaya, hanya ada sentuhan dangkal menggunakan tangan kontak penuh, hampir seperti kain halus yang sedang menutupi seluruh permukaan. Tidak ada beriak ataumenarik-narik kulit dan efeknya adalah di bawah tingkat menggelitik. Ketika dilakukan di stroketerus menerus, satu tangan mengikuti lain dengan sisi ulnaris terkemuka.
Tepi di sisi jari kelingkingdisebut 'ulnaris', karena terletak di sisi yang sama dari lengan sebagai tulang ulnaris. Sebuah variasi melibatkan membentuk 'V' dengan kedua tangan yang terletak ringan di kontur kaki, kecil daridepresi kembali dan lainnya. Tangan kemudian bergerak bersama-sama di atas permukaan, bersama membentang panjang otot.
Ketika tekanan meningkat, ini menjadi Effleurage dalam, yang sama-sama menyenangkan untuk klien, tetapi dalam cara yang berbeda. Peningkatan tekanan merangsang lapisan kulit (yang 'subkutan' di bawah permukaan) untuk merangsang fasia. Sebuah riak kecil diproduksi, dengan menarik menciptakan sensasi menyenangkan. Peningkatan tekanan, ke titik bahwa jaringan otot bergerak, menghasilkan stroke gesekan. Tangan harus tetap lentur, sementara terapis bervariasi permukaan atau bagian yang digunakan kadang-kadang datar telapak, kali lainujung jari. Horisontal vertikal membelai berikut meluncur, kemudian shingling, bi-lateral stroke pohon dan variasi lainnya. Pohon-stroke melibatkan mulai sepanjang garis pusat, seperti tulang belakang, kemudian bergerak ke luar, jari-jari terentang untuk membuat cabang-cabang kecil.
Shingling dicapai dengan menggunakan satu tangan berikut lain, bekerja sepanjang bujur dari sisi atau belakang atau kaki. Meluncur kontak penuh diterapkan di seluruh permukaan besar dari belakang. Kemudian gerak yang bervariasi dengan menggunakan satu tangan memperkuat di atas yang lain, dengan gesekan tangan di bawah menerapkan, tangan atas digunakan untuk meningkatkan tekanan. Kadang-kadang teknik ini akan diubah dengan menggunakan lengan.
2. Petrissage (Memijat-mijat)
Petrissage adalah gerakan pemijatan dengan tekanan yang dalam dan memampatkan otot yang mendasarinya. Adonan, meremas-remas, kulit bergulir dan pick-up dan memeras adalah gerakan Petrissage. Mereka semua dilakukan dengan permukaan palmar empuk tangan, permukaan jari dan juga ibu jari. Selama menguleni, tangan harus dibentuk ke daerah dan gerakan harus lambat dan berirama. Knuckling adalah bentuk lain dari memijat tetapi menggunakan buku-buku jari untuk diremas-remas dan lift dimelingkar dan gerakan ke atas. Scissoring lain Petrissage gerakan yang dilakukan hanya di daerah yang datar dengan tekanan yang sangat sedikit. Jari telunjuk dan tengah kedua tangan hanya digunakan untuk gerakan ini. Mereka ditempatkan berlawanan satu sama lain dan kemudian secara perlahan bekerja terhadap satu sama lain mengangkat dan melepaskan mereka pergi.
Manfaat
Dengan bergantian meremas dan santai, pembuluh darah dan pembuluh limfatik dikosongkan dan diisi, membawa nutrisi segar untuk otot-otot.
Setiap racun yang telah terakumulasi dihapus dari jaringan yang lebih dalam.
Petrissage sangat berharga dalam membantu untuk memecah dan menghapus deposit lemak disekitar, bahu paha dan bokong.
Hal ini juga membantu untuk mencegah kekakuan otot setelah latihan dan dapat meredakan kejang otot.
Kesalahan untuk menghindari
Pastikan bahwa anda menggunakan seluruh tangan anda bukan hanya jari-jari anda dan ibu jari anda;
Ambil otot dan bukan kulit jika tidak ada bahaya mencubit daging. Jangan geser jari anda di atas kulit penerima.
3. Vibration dan Shaking (Menggetarkan dan Menggoncang)
Vibration atau vibrasi adalah gerakan pijat menggetarkan jaringan tubuh yang ditimbulkan oleh pangkal lengan, dengan menggunakan telapak tangan atau jari-jari tangan. Vibrasi statis adalah vibrasi yang dilaksanakan bila hanya berhenti pada suatu tempat, dan vibrasi dinamis bila gerakan tersebut berjalan menuju ke bagian tempat lainnya.
Shaking adalah gerakan getar yang lebih kuat, sejenis guncangan. Vibrasi juga bisa dilakukan dengan jari-jari tangan di sepanjang jalan saraf. Cara melakukan vibrasi yaitu telapak tangan ditaruh pada bagian tubuh yang akan digetarkan. Otot bagian tubuh yang dipijat digetar-getarkan dengan cepat. Gerakan getar yang lembut disebutvibrasi. Jika getaran dilakukan dengan kuat, disebut shaking atau mengguncang. Gerakan getar Vibration dan Shaking menstimulasi bagian tubuh yang digetarkan. Vibrasi yang dilakukan pada saraf, bermanfaat untuk memperbaiki/memulihkan dan mempertahankan fungsi saraf serta otot yang disuplai oleh saraf yang bersangkutan sehingga meningkatkan suplai nutrisi. Vibration berguna untuk menyembuhkan kelumpuhan atau saraf yang lemah. Shaking dapat dilakukan pada bagian perut untuk menyembuhkan atau memperbaiki pencernaaan. Juga untuk meningkatkan kesehatan usus dan memerangi sembelit. Vibrasi dan shaking pada bagian dada sangat baik untuk menyembuhkan masalah-masalah pernafasan seperti asma.
Beberapa hal yang perlu dihindari selama melakukan vibration dan shaking yaitu tidak dianjurkan pada bagian tubuh yang sedang mengalami peradangan, Vibration dan shaking tidak dilakukan dengan cepat dan tidak terlalu menekan.
4. Tapotement (Memukul)
Tapotement termasuk satu seri pijat ringan, cepat dengan gerakan kejut (striking action) dengan kedua tangan bergantian secara cepat. Dua pijatan utama dalam gerakan tapotement yaitu ‘cupping’ dan ‘hacking’. Keduanya bisa dilakukan pada semua bagian tubuh meskipun paling efektif pada bagian yang berdaging dan berotot besar seperti pinggul. Gerakan lainnya dari tapotement adalah meliputi memukul perlahan (flicking), memukul (beating) dan menumbuk (pounding). Tenaga yang digunakan untuk memijat dengan teknik tapotement berasal dari pergelangan tangan, bukan dari siku tangan atau bahu. Diperlukan keluwesan pergelangan tangan untuk memperoleh hentakan yang ringan dan tidak sakit pada klien dan merangsang sesuai dengan tujuan dalam melakukan tapotement. Tapotement tidak boleh dikenakan pada area yang bertulang menonjol ataupun pada otot yang tegang serta area yang terasa sakit atau nyeri.
Beberapa variasi percussion movement adalah : mencincang (hacking), flicking, menepuk (cupping atau capping), memukul (beating) dan meninju (pounding) Teknik hacking menggunakan tepi tangan (the ulnar border). Kedua tangan diposisikan di atas bahu klien dengan telapak tangan saling berhadapan, jempol berada diatas. Tangan diturunkan (berupa pukulan ringan menggunakan sisi telapak tangan) bergantian secara ritmik ke tubuh klien dengan gerakan cepat. Teknik ini digunakan pada setiap akhir pemijatan untuk membangunkan klien. Teknik pijat flicking mirip hacking dan seringkali dijelaskan sebagai ‘finger hacking’ atau teknik hacking menggunakan jari-jari. Dalam melakukan teknik ini, pergelangan tangan dilenturkan dan hanya menggunakan kelingking untuk menyentuh tubuh yang dipijat (bukan sisi telapak angan). Gerakan ini jauh lebih ringan dan lebih lembut dibandingkan hacking.
Cupping dilakukan dengan telapak tangan menghadap ke arah bawah, membentuk sebuah lekukan yang vakum. Tangan yang sudah membentuk lekukan diturunkan dengan cepat, sampai menyentuh tubuh klien, sehingga terbentuk vakum yang kemudian dilepas saat mengangkat tangan.
Beating dilakukan dengan kedua tangan dalam posisi saling menempel dan jari-jari tangan digenggam ringan dengan posisi jari kelingking menyentuh tubuh yang dipijat.
Pounding menggunakan telapak tangan dalam posisi genggam dengan cara memukul pada tubuh yang dipijat secara cepat.
Tapotement sifatnya menstimulasi, yaitu pada saat darah terdorong ke permukaan, sirkulasi meningkat. Tapotement bermanfaat terutama untuk melakukan pemanasan sebelum melakukan berolah raga. Teknik cupping bermanfaat jika dilakukan pada punggung bagian atas dan tengah, karena mampu mengeluarkan lendir yang ada dalam paru-paru, sehingga pernafasan menjadi longgar. Tapotement juga bermanfaat dalam mempengaruhi kesehatan otot dan memperkuat kontraksi otot saat distimulasi. Pijat ini juga berguna untuk mengurangi deposit lemak dan bagian otot yang lembek (biasanya di bagian bokong dan pinggul). Selama melakukan tapotemet tangan harus betulbetul membentuk cup (mangkuk) ketika melakukan cupping, agar mampu menimbulkan suara dan orang yang dipijat tidak merasa sakit, ketika melakukan hacking, jari-jari jangan dalam keadaaan tegang, karena pukulan yang sampai ke tubuh klien akan menyakitkan, usahakan tangan lemas dan pastikan penggunaan tenaga berasal dari pergelangan tangan. Jika menggunakan tenaga dari siku atau bahuakan cepat lelah, teknik pijat tapotement tidak digunakan pada bagian tubuh yang ‘bertulang’, karena akan menimbulkan rasa sakit, terutama bagian punggung.
5. Friction (Menggerus)
Teknik pijat friction menggunakan bagian jari jempol, yaitu melakukan gerakan melingkar kecil-kecil dengan penekanan yang lebih dalam dengan menggunakan ibu jari tersebut. Gerakan ini digunakan pada area tubuh tertentu seperti betis, trepezium dan lain-lain, dengan maksud untuk penyembuhan ketegangan otot dan rasa pegal pada persendian. Dalam melakukan gerakan friction boleh menggunakan ujung jari, buku jari bahkan siku tangan. Untuk melepaskan bagian otot yang tegang dapat menggunakan gerakan memutar (putaran kecil) dari jari jempol. Gerakan ini efektif jika dilakukan pada setiap sisi tulang belakang.Teknik ini bermanfaat untuk melepaskan bagian-bagian otot yang kejang yang terbentuk sebagian akibat stress dan ketegangan, dapat menghilangkan akumulasi dari sisa-sisa metabolisme.
Pijat friction dapat membantu memecah deposit lemak, oleh karena itu bermanfaat dalam kasus obesitas, sangat efektif menghilangkan benjolan bekas luka yang telah sembuh sempurna dan bermanfaat mengurangi tonjolan pada lutut seperti platella dan meningkatkan temperatur tubuh dengan cara meningkatkan aktivitas sel-sel tubuh sehingga aliran darah lebih lancar. Saat memijat teknik friction dilakukan berangsur-angsur menekan jaringan tubuh makin lama makin keras, sesuai dengan toleransi tubuh yang dipijat, namun tidak menekan secara berlebihan agar tidak terasa sakit. Saat melakukan gerakan friction tidak membungkukkan pundak untuk menekan, karena akan mengakibatkan kelelahan. Gerakan pijat dilakukan dengan menggerakan jaringan di bawah kulit, tidak hanya kulitnya saja.
6. Walken (Menggosok Melintang)
Pegangan ini dikerjakan dengan dua tangan. Misalnya tangan kiri berada pada bagian proksimal, memegang otot dengan ibu jari dan jari-jariyang lain terpisah. Tangan kanan memegang otot tadi pada bagian ditaldengan posisi ibu jari berada di antara telunjuk dan ibu jari tangan kiri. Tangan kiri lebih dulu melakukan pijatan dan sementara itu juga tangankanan melakukan pijatan dengan ibu jari. Tangan kiri kendur dan menggeser keatas dan melakukan pijatan lagi yang kemudian diikuti tangan kanan.
7. Skin Rolling (Menggeser Lipatan)
Manipulasi ini ditujukan untuk melepaskan kulit dari jaringan ikat, dan melebarkan pembuluh kapilair (rambut) di bawah kulit. Adapun tujuannya adalah untuk memepertinggi tonus dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah di bawah kulit.
8. Stroking (Mengurut)
Manipulasi ini dimaksudkan untuk mempengaruhi syaraf-syaraf vegetatif pada jaringan-jaringan di bawah kulit dan mencari atau mengetahui kelainan-kelainan jaringan. Adapun tujuannya adalah untuk melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi baik.
Khasiat fisiologis pengurutan
Pemgurutan yang dilakukan secara ahli mempunyai pengaruh terhadap faal (fungsi) badan secara langsung maupun tidak langsung. Efek langsung pengurutan dapat terlihat pertama-tama pada kulit. Pada massage peredaran darah kulit dan alat-alat ditingkatkan, misalnya sekresi kelenjar-kelenjar, pemberian makanan dan pengeluaran zat yang tidak lagi berguna bagi tubuh. Hampir tidak ada alat tubuh yang tidak dipengaruhi secara baik oleh gerak-gerak urut secara ilmiah.
Khasiat pengurutan badan, lengan, dan tungkai pada jaringan-jaringan tubuh :
Rangsang ritmik terhadap kulit : meningkatkan peredaran darah kulit, dan merangsang susunan sensorik kulit secara berirama.
Otot-otot rangka dan urat-urat otot : meningkatkan peredaran darah otot dan menghilangkan tegangan serabut-serabut otot.
Terhadap ikat-ikat (ligamentum) memperbaiki gangguan ikat-ikat.
Peredaran darah dan limfe : melancarkan peredaran darah dan limfe
Susunan saraf : merangsang susunan saraf secara berirama untuk mencapai efek seudatif (merangsang dan menenangkan)
Jaringan lemak : tidak terpengaruh oleh massage.
Pengurutan pada muka dan kepala berkhasiat terhadap :
Kelancaran fungsi kulit dan semua jaringan di muka dan kepala
Kulit menjadi halus dan lemas
Peredaran darah diperbaiki
Aktivitas kelenjar-kelenjar kulit dirangsang
Keadaan jaringan otot diperbaiki karena peredaran darah di dalam otot pun lebih lancar
Gerakan berulang terhadap susunan saraf berkhasiat menenangkan
Rasa sakit dapat dikurangi Pengurutan yang terlalu keras pada wajah dan leher akan mengakibatkan otot kulit tertarik dan memanjang, sehingga mengakibatkan kekenduran hubungan kulit dengan tulang.







0 komentar:
Posting Komentar