KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang
Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak
untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah dengan judul ”observasi’’ Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak
bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan, kasih, dan
kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal,
semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah
yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari
kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat
lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi
semua pembaca.
Banda Aceh, november 2014
Penyusun
Banda Aceh, november 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
dalam masa perkuliahan mahasiswa penjaskesrek letting 2012 sering telat masuk kuliah atau terlambat sampai ke tempat perkuliahan.
untuk itu sebagai tugas dari mata kuliah evaluasi pendidikan dengan dosen pembimbing bpk amiruddin kami kelompok 7 melakukan observasi terhadap mahasiswa yang telambat datang kuliah
dalam masa perkuliahan mahasiswa penjaskesrek letting 2012 sering telat masuk kuliah atau terlambat sampai ke tempat perkuliahan.
untuk itu sebagai tugas dari mata kuliah evaluasi pendidikan dengan dosen pembimbing bpk amiruddin kami kelompok 7 melakukan observasi terhadap mahasiswa yang telambat datang kuliah
B.
Rumusan masalah
a. pengertian evaluasi
b. pengertian observasi dan pembagiannya
a. pengertian evaluasi
b. pengertian observasi dan pembagiannya
c. melakukan observasi terhadap
mahasiswa penjaskesrek letting 2012
sebagai
sampel
d. observasi dilakukan dengan cara mewawancarai mahasiswa yang terlambat
e.hasil wawancara terhadap sampel mahasiswa letting 2012
d. observasi dilakukan dengan cara mewawancarai mahasiswa yang terlambat
e.hasil wawancara terhadap sampel mahasiswa letting 2012
C.
Tujuan penulisan
a. untuk mengetahui penyebab keterlambatan mahasiswa penjaskesrek
b. untuk menanggulangi keterlambatan mahasiswa penjaskesrek berdasarkan sampel yang di ambil
a. untuk mengetahui penyebab keterlambatan mahasiswa penjaskesrek
b. untuk menanggulangi keterlambatan mahasiswa penjaskesrek berdasarkan sampel yang di ambil
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian evaluasi
1.
Evaluasi yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Evaluation. Secara
umum,pengertian evaluasi adalah suatu
proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu
telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu
untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya, serta bagaimana manfaat
yang telah dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin
diperoleh. Dalam pengertian yang lain, evaluasi adalah suatu
proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat
keputusan, sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai. Pendapat yang sama
juga dikemukakan oleh Wrightstone, dkk (1956) yang
mengemukakan bahwa pengertian
evaluasi adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan ke arah
tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan.
2.
Evaluasi dapat juga diartikan sebagai proses menilai
sesuatu yang didasarkan pada kriteria atau tujuan yang telah ditetapkan, yang
selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atas obyek yang dievaluasi.
Sebagai contoh evaluasi proyek, kriterianya adalah tujuan dan pembangunan
proyek tersebut, apakah tercapai atau tidak, apakah sesuai dengan rencana atau
tidak, jika tidak mengapa terjadi demikian, dan langkah-langkah apa yang perlu
ditempuh selanjutnya. Hasil dari kegiatan evaluasi adalah bersifat
kualitatif. Sudijono (1996) mengemukakan bahwa pengertian
evaluasi adalah interpretasi atau penafsiran yang bersumber pada data kuantitatif,
sedang data kuantitatif merupakan hasil dari pengukuran.
B.
Pengertian observasi dan pembagiannya
Pengertian observasi dapat dirumuskan sebagai berikut
:
“Observasi ialah metode atau cara-cara yang
menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku
dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung”
cara atau metode tersebut dapat juga dikatakan dengan menggunakan teknik dan alat-alat khusus seperti blangko-blangko, checklist, atau daftar isian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian, secara garis besar teknik observasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
cara atau metode tersebut dapat juga dikatakan dengan menggunakan teknik dan alat-alat khusus seperti blangko-blangko, checklist, atau daftar isian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian, secara garis besar teknik observasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1).Structured or controlled observation (observasi
yang direncanakan, terkontrol)
2).Unstructure or informal observation (observasi informasi atau tidak terencanakan lebih dahulu).
2).Unstructure or informal observation (observasi informasi atau tidak terencanakan lebih dahulu).
Pada structured observation, biasanya mengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang tersusun, dan didalamnya telah tercantum aspek-aspek ataupun gejala-gejala apa saja yang perlu diperhatikan pada waktu pengamatan itu dilakukan.
Adapun pada unstructurred observation, pada umumnya
pengamat belum atau tidak mengetahui sebelumnya apa yang sebenarnya harus
dicatat dalam pengamatan itu. Aspek-aspek atau peristiwanya tidak terduga
sebelumnya.
Cara-cara Mencatatkan Observasi
Ada dua cara pokok tentang mencatatkan observasi
itu.
1. Unit-unit tingkah laku yang akan diamati dirumuskan atau ditentukan lebih dulu, dan catatan-catatan yang dibuat hanyalah mengenai aspek-aspek atau kegiatan yang telah ditentukan.
2. Kita mengadakan observasi tanpa menentukan lebih dulu aspek-aspek atau kegiatan-kegiatan tingkah laku yang akan diamati. Dengan demikian, menurut cara yang kedua kita dapat memperoleh data yang luas dan bervariasi (banyak macamnya)
Cara yang pertama biasa dilakukan dalam penyelidikan
formal (formal studies), sedangkan cara yang kedua baik untuk digunakan bagi situasi-situasi
informal. Dalam kegiatan evaluasi proses belajar-mengajar, kedua cara
mencatatkan observasi tersebut diatas sering kali diperlukan dan dilakukan oleh
guru-guru di sekolah
I.
WAWANCARA
Wawancara (bahasa Inggris: interview)
merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara
narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk
mendapatkan informasi di
mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh
orang yang diwawancarai.
Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa
wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan
seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis,
atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun
mencari informasi.
Bentuk Wawancara
Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan
berita.
Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih
dahulu.
Wawancara telepon yaitu
wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
Wawancara pribadi.
Wawancara dengan banyak orang.
Wawancara dadakan / mendesak.
Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan
mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.
Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh
sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan.
Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara
akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup
ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik
pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.
Kelebihan teknik wawancara:
1.
Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk
memotivasi
orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebasa
dan
terbuka terhadap pertanyaa-pertanyaan yang diajukan.
2.
Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaanpertanyaan
sesuai
dengan situasi yang berkembang.
3.
Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari
gerak-gerik
dan raut wajah orang yang diwawancarai.
4.
Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak
selalu
terjadi.
Kekurangan
teknik wawancara:
1.
Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara
relatif
mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya.
2.
Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian
pewawancara
untuk melakukan hubungan antar manusia.
3.
Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang
tertentu,
misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan rmai.
4.
Wawancara sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang
dimilikinya sangat terbatas.
II. KUESiONER
Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data atau
informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau
pertanyaan.Penyusunan kuesioner dilakukan dengan harapan dapat mengetahui
variable-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting .
Tujuan penyusunan kuesioner adalah untuk memperbaiki bagian-bagian yang
dianggap kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap
responden. Yang menjadi dasar pembatasan menentukan variabel-variabel tersebut
adalah harus dapat dimengerti dan dirasakan manfaatnya. Kuesioner dapat
berfungsi sebagai alat dan sekaligus teknik pengumpulan data yang berisi
sederet pertanyaan dalam wujud konkrit.
Penyusunan kuesioner dilakukan dalam bentuk pertanyaan tertutup. Yang dimaksud dengan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang membawa responden ke jawaban yang alternatifnya sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga responden tinggal memilih pada kolom yang sudah disediakan dengan memberi tanda ‘x’ (Arikunto, 1998: 151).
Dalam hal ini, kuesioner untuk konsumen dibagi jadi 2 (dua) bagian, yaitu :
1. Bagian I berisi tentang pertanyaan mengenai data umum responden.
2. Bagian II berisi pertanyaan mengenai kepentingan dan kepuasan pelanggan. Bentuk pertanyaan adalah tertutup dan responden menentukan pilihan jawaban berdasarkan apa yang sudah ditentukan.
Menentukan nilai kepentingan dan kepuasan pelanggan mengenai kualitas jasa pemasaran yang digunakan terdiri dari 5 bagian yaitu 1,2,3,4 dan 5.
Skala penilaian untuk persepsi adalah :
Bentuk kuesioner lain adalah berisi pertanyaan
faktor-faktor peluang dan pertanyaan kritis yang ditujukan kepada karyawan di
PT x. Penyebaran kuesioner yang dilakukan sebelumnya melalui uji validasi
konstruk untuk mengecek apakah variabel-variabelnya sudah layak atau belum.
Penggunaan kuesioner tepat bila :
1. Responden (orang yang merenpons atau menjawab
pertanyaan) saling berjauhan.
2. Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem,
dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang
menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusu dari sistem yang diajukan.
3. Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan
ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk
tertentu.
4. Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem
yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.
JENIS PERTANYAAN DALAM KUISONER
Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan
pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi
antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk
menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah-istilah yang belum jelas,
mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan
umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang
diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis
pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal,
pertanyaan-pertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan
direncanakan secara mendetail.
Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah :
Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang
memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan
terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus
tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan
yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi
responden.
III. TEKNIK PENGAMBILAN
SAMPEL.
Pemilihan teknik
pengarnbilan sampel merupakan upaya penelitian untuk
mendapat sampel yang
representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan
populasinya. Teknik
pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar,
yaitu :
1. Probability Sampling
Pada pengam bilan
sampel secara random, setiap unit populasi,
mempunyai kesempatan
yang sama untuk diambil sebagai sampel. Faktor
pemilihan atau
penunjukan sampel yang mana akan diambil, yang semata-mata
atas pertimbangan
peneliti, disini dihindarkan. Bila tidak, akan terjadi bias.
Dengan cara random,
bias pemilihan dapat diperkecil, sekecil mungkin. Ini
merupakan salah satu
usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif.
4. Non Probability
Sample (Selected Sample)
Pemilihan sampel dengan
cara ini tidak menghiraukan prinsip-prinsip
probability. Pemilihan
sampel tidak secara random. Hasil yang diharapkan hanya
merupakan gambaran
kasar tentana suatu keadaan.
Cara ini dipergunakan :
Bila biaya sangat sedikit , hasilnya diminta segera,
tidak memerlukan
ketepatan yanq tingqi, karena hanya sekedar gambaran umum
saja.
C.
wawancara terhadap mahasiswa letting
2012
nama : ahlul najar
alamat : desa krueng cut, lorong serambi
nim :12061040200**
pewawancara”mengapa saudara bisa terlambat kuliah hari ini”??
ahlul “karena saya bergadang semalam makanya saya terlambat…
pewawancara”mengapa anda begadang semalam apakah anda tidak tahu ada jadwal kuliah pagi hari “??
pewawancara”mengapa saudara bisa terlambat kuliah hari ini”??
ahlul “karena saya bergadang semalam makanya saya terlambat…
pewawancara”mengapa anda begadang semalam apakah anda tidak tahu ada jadwal kuliah pagi hari “??
Ahlul”saya
tau cuman saya online semalam sampai larut…”
Pewawancara
“apakah anda sering terlambat datang kuliah pagi hari???
Ahlul”iya
sering telambat”
Pewawancara”Apakah
anda pernah mencoba untuk datang lebih awal kuliah pagi hari ??
Ahlul”
tidak “
Pewawancara”
bagaimana menurut anda tentang jam kuliah di pagi hari ??
Ahlul
“Sangat menyebalkan
pewawancara “kenapa ??
ahlul” karna setiap malamnya saya selalu begadang??
pewawancara” trimakasih saudara ahlul “”!!
ahlul” sama sama”
pewawancara “kenapa ??
ahlul” karna setiap malamnya saya selalu begadang??
pewawancara” trimakasih saudara ahlul “”!!
ahlul” sama sama”
wawancara
II
nama : ilham wahyudi
alamat : kaju, lorong satu
nim : 12061040200**
pewawancara”mengapa saudara bisa terlambat kuliah hari ini”??
ilham “saya tidak pernah terlambat kuliah
pewawancara “apakah anda punya jam kuliah pagi hari ??
nama : ilham wahyudi
alamat : kaju, lorong satu
nim : 12061040200**
pewawancara”mengapa saudara bisa terlambat kuliah hari ini”??
ilham “saya tidak pernah terlambat kuliah
pewawancara “apakah anda punya jam kuliah pagi hari ??
punyalah….
pewawancara”bagaimana menurut anda tentang mata kuliah pagi hari ??
pewawancara”bagaimana menurut anda tentang mata kuliah pagi hari ??
ilham
“biasa biasa aja
pewawancara” kenapa ??
pewawancara” kenapa ??
ilham”
karna menurut saya memang tidak masalah kliah di pagi hari…
pewawancara”terimakasih
atas waktu anda
ilham”sama sama
ilham”sama sama
wawancara III
nama : aulil fakhran
alamat : desa krueng cut, lorong serambi
nim : 12061040200**
alamat : desa krueng cut, lorong serambi
nim : 12061040200**
pewawancara
“pernahkah anda terlambat kuliah di pagi hari ?
aulil”pernah tapi tidak sering
aulil”pernah tapi tidak sering
pewawancara”kenapa
anda bisa terlambat ke perkuliahan ?
aulil”karena plin plan rasanya pengen pergi pengen ngak
pewawancara”bagaimana menurut anda jam perkuliahan pagi hari ?
aulil “menyenangkan karena gampang masuk pelajarannya
pewawancara “trima kasih atas waktu anda
pewawancara”bagaimana menurut anda jam perkuliahan pagi hari ?
aulil “menyenangkan karena gampang masuk pelajarannya
pewawancara “trima kasih atas waktu anda
aulil”sama
sama
wawancara
IV
nama
: ari syuhada
alamat
: neuheun
nim
: 1206104020***
pewawancara”pernahkah
anda telat ke perkuliahan pagi hari
arie”pernah
pewawancara” apa alasan anda sampai telat ke perkuliahan
arie” ketiduran
pewawancara” apakah anda begadang ?? jam berapa biasa anda tidur ??
arie”pernah
pewawancara” apa alasan anda sampai telat ke perkuliahan
arie” ketiduran
pewawancara” apakah anda begadang ?? jam berapa biasa anda tidur ??
arie”
ia jam dua atau jam tiga biasanya
pewawancara”bagaimana menurut anda jam perkuliahan pagi hari ??
pewawancara”bagaimana menurut anda jam perkuliahan pagi hari ??
arie”
msuk kuliah pagi tu kita dapat menerima
pelajaran dengan nyaman dan mampu konsentarasi,tp kalo bngun paginya tu yang
susah karna begadang dan tkut dengan air di pgi hari yang masih dingin
pewawancara” terimakasih atas waktunya
arie” sama sama
D.
Hasil wawancara terhadap mahasiswa letting 2012
Dari keempat wawancara yang dilakukan terhadap mahasiswa letting 2012 maka kamimenyimpulkan bahwa mahasiswa yang terlambat dating ke perkuliahan di pagi hari memiliki alasan yang bervariasi tergatung tempat mereka tinggal dan kegiatan mahasiswa tersebut….
Dari keempat wawancara yang dilakukan terhadap mahasiswa letting 2012 maka kamimenyimpulkan bahwa mahasiswa yang terlambat dating ke perkuliahan di pagi hari memiliki alasan yang bervariasi tergatung tempat mereka tinggal dan kegiatan mahasiswa tersebut….
BAB
III
penutup
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga
bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada
kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti,
dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan
kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi
kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di
hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

.jpg)

.jpg)



