Senin, 27 April 2015

KATA PENGANTAR
     Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”observasi’’ Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan dosen pembimbing  yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Banda Aceh, november 2014

Penyusun




BAB I
PENDAHULUAN

A.                 Latar belakang
dalam masa perkuliahan mahasiswa penjaskesrek letting 2012 sering telat masuk kuliah atau terlambat sampai ke tempat perkuliahan.
untuk itu sebagai tugas dari mata kuliah evaluasi pendidikan dengan dosen pembimbing bpk amiruddin kami kelompok  7 melakukan observasi terhadap mahasiswa yang telambat datang kuliah

B.               Rumusan masalah
a. pengertian evaluasi
b. pengertian observasi dan pembagiannya
c. melakukan observasi terhadap mahasiswa penjaskesrek letting 2012                                                                                                  sebagai sampel
d. observasi dilakukan dengan cara mewawancarai mahasiswa yang terlambat
e.hasil wawancara terhadap sampel mahasiswa letting 2012

C.               Tujuan penulisan
a. untuk mengetahui penyebab keterlambatan mahasiswa penjaskesrek
b. untuk menanggulangi keterlambatan mahasiswa penjaskesrek berdasarkan sampel yang di ambil




BAB II
PEMBAHASAN
A.              Pengertian evaluasi

1.                 Evaluasi yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Evaluation. Secara umum,pengertian evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin diperoleh. Dalam pengertian yang lain, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan, sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Wrightstone, dkk (1956) yang mengemukakan bahwa pengertian evaluasi adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan ke arah tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan. 

2.                 Evaluasi dapat juga diartikan sebagai proses menilai sesuatu yang didasarkan pada kriteria atau tujuan yang telah ditetapkan, yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atas obyek yang dievaluasi. Sebagai contoh evaluasi proyek, kriterianya adalah tujuan dan pembangunan proyek tersebut, apakah tercapai atau tidak, apakah sesuai dengan rencana atau tidak, jika tidak mengapa terjadi demikian, dan langkah-langkah apa yang perlu ditempuh selanjutnya. Hasil dari kegiatan evaluasi adalah bersifat kualitatif. Sudijono (1996) mengemukakan bahwa pengertian evaluasi adalah interpretasi atau penafsiran yang bersumber pada data kuantitatif, sedang data kuantitatif merupakan hasil dari pengukuran.



B.             Pengertian observasi dan pembagiannya
Pengertian observasi dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Observasi ialah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung”

cara atau metode tersebut dapat juga dikatakan dengan menggunakan teknik dan alat-alat khusus seperti blangko-blangko, checklist, atau daftar isian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian, secara garis besar teknik observasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1).Structured or controlled observation (observasi yang direncanakan, terkontrol)
2).Unstructure or informal observation (observasi informasi atau tidak terencanakan lebih dahulu).

Pada structured observation, biasanya mengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang tersusun, dan didalamnya telah tercantum aspek-aspek ataupun gejala-gejala apa saja yang perlu diperhatikan pada waktu pengamatan itu dilakukan.
Adapun pada unstructurred observation, pada umumnya pengamat belum atau tidak mengetahui sebelumnya apa yang sebenarnya harus dicatat dalam pengamatan itu. Aspek-aspek atau peristiwanya tidak terduga sebelumnya.
Cara-cara Mencatatkan Observasi
Ada dua cara pokok tentang mencatatkan observasi itu.

1. Unit-unit tingkah laku yang akan diamati dirumuskan atau ditentukan lebih dulu, dan catatan-catatan yang dibuat hanyalah mengenai aspek-aspek atau kegiatan yang telah ditentukan.
2. Kita mengadakan observasi tanpa menentukan lebih dulu aspek-aspek atau kegiatan-kegiatan tingkah laku yang akan diamati. Dengan demikian, menurut cara yang kedua kita dapat memperoleh data yang luas dan bervariasi (banyak macamnya)
Cara yang pertama biasa dilakukan dalam penyelidikan formal (formal studies), sedangkan cara yang kedua baik untuk digunakan bagi situasi-situasi informal. Dalam kegiatan evaluasi proses belajar-mengajar, kedua cara mencatatkan observasi tersebut diatas sering kali diperlukan dan dilakukan oleh guru-guru di sekolah

I.  WAWANCARA

Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.
Bentuk Wawancara
Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
Wawancara pribadi.
Wawancara dengan banyak orang.
Wawancara dadakan / mendesak.
Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.
Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan baik oleh nara sumber maupun wartawan.
Kelebihan teknik wawancara:
1. Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk
memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebasa
dan terbuka terhadap pertanyaa-pertanyaan yang diajukan.
2. Memungkinkan pewawancara untuk mengembangkan pertanyaanpertanyaan
sesuai dengan situasi yang berkembang.
3. Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari
gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
4. Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak
selalu terjadi.
Kekurangan teknik wawancara:
1. Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga secara
relatif mahal dibandingkan dengan teknik yang lainnya.
2. Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian
pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia.
3. Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang
tertentu, misalnya di lokasi-lokasi yang ribut dan rmai.
4. Wawancara sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas.
II. KUESiONER

Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan.Penyusunan kuesioner dilakukan dengan harapan dapat mengetahui variable-variabel apa saja yang menurut responden merupakan hal yang penting . Tujuan penyusunan kuesioner adalah untuk memperbaiki bagian-bagian yang dianggap kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data terhadap responden. Yang menjadi dasar pembatasan menentukan variabel-variabel tersebut adalah harus dapat dimengerti dan dirasakan manfaatnya. Kuesioner dapat berfungsi sebagai alat dan sekaligus teknik pengumpulan data yang berisi sederet pertanyaan dalam wujud konkrit.

Penyusunan kuesioner dilakukan dalam bentuk pertanyaan tertutup. Yang dimaksud dengan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang membawa responden ke jawaban yang alternatifnya sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga responden tinggal memilih pada kolom yang sudah disediakan dengan memberi tanda ‘x’ (Arikunto, 1998: 151).
Dalam hal ini, kuesioner untuk konsumen dibagi jadi 2 (dua) bagian, yaitu :
1. Bagian I berisi tentang pertanyaan mengenai data umum responden.
2. Bagian II berisi pertanyaan mengenai kepentingan dan kepuasan pelanggan. Bentuk pertanyaan adalah tertutup dan responden menentukan pilihan jawaban berdasarkan apa yang sudah ditentukan.

Menentukan nilai kepentingan dan kepuasan pelanggan mengenai kualitas jasa pemasaran yang digunakan terdiri dari 5 bagian yaitu 1,2,3,4 dan 5.
Skala penilaian untuk persepsi adalah :
Bentuk kuesioner lain adalah berisi pertanyaan faktor-faktor peluang dan pertanyaan kritis yang ditujukan kepada karyawan di PT x. Penyebaran kuesioner yang dilakukan sebelumnya melalui uji validasi konstruk untuk mengecek apakah variabel-variabelnya sudah layak atau belum.
Penggunaan kuesioner tepat bila :
1. Responden (orang yang merenpons atau menjawab pertanyaan) saling berjauhan.
2. Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusu dari sistem yang diajukan.
3. Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu.
4. Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.
JENIS PERTANYAAN DALAM KUISONER
Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah-istilah yang belum jelas, mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaan-pertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara mendetail.
Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah :
Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.
III. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL.
Pemilihan teknik pengarnbilan sampel merupakan upaya penelitian untuk
mendapat sampel yang representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan
populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar,
yaitu :
1. Probability Sampling
Pada pengam bilan sampel secara random, setiap unit populasi,
mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Faktor
pemilihan atau penunjukan sampel yang mana akan diambil, yang semata-mata
atas pertimbangan peneliti, disini dihindarkan. Bila tidak, akan terjadi bias.
Dengan cara random, bias pemilihan dapat diperkecil, sekecil mungkin. Ini
merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif.
4. Non Probability Sample (Selected Sample)
Pemilihan sampel dengan cara ini tidak menghiraukan prinsip-prinsip
probability. Pemilihan sampel tidak secara random. Hasil yang diharapkan hanya
merupakan gambaran kasar tentana suatu keadaan.
Cara ini dipergunakan : Bila biaya sangat sedikit , hasilnya diminta segera,
tidak memerlukan ketepatan yanq tingqi, karena hanya sekedar gambaran umum
saja.
C.             wawancara terhadap mahasiswa letting 2012
nama    : ahlul najar
alamat   : desa krueng cut, lorong serambi
nim       :12061040200**
pewawancara”mengapa saudara bisa terlambat kuliah hari ini”??
ahlul “karena saya bergadang semalam makanya saya terlambat…
pewawancara”mengapa anda begadang semalam apakah anda tidak tahu ada jadwal kuliah pagi hari “??
Ahlul”saya tau cuman saya online semalam sampai larut…”
Pewawancara “apakah anda sering terlambat datang kuliah pagi hari???
Ahlul”iya sering telambat”
Pewawancara”Apakah anda pernah mencoba untuk datang lebih awal kuliah pagi hari ??
Ahlul” tidak “
Pewawancara” bagaimana menurut anda tentang jam kuliah di pagi hari ??
Ahlul “Sangat menyebalkan
pewawancara “kenapa ??
ahlul” karna setiap malamnya saya selalu begadang??
pewawancara” trimakasih saudara ahlul “”!!
ahlul” sama sama”

wawancara II
nama :  ilham wahyudi
alamat : kaju, lorong satu
nim     : 12061040200**
pewawancara”mengapa saudara bisa terlambat kuliah hari ini”??
ilham “saya tidak pernah terlambat kuliah
pewawancara “apakah anda punya jam kuliah pagi hari ??
punyalah….
pewawancara”bagaimana menurut anda tentang mata kuliah pagi hari ??
ilham “biasa biasa aja
pewawancara” kenapa ??
ilham” karna menurut saya memang tidak masalah kliah di pagi hari…
pewawancara”terimakasih atas waktu anda
ilham”sama sama
 wawancara III
nama    :  aulil fakhran
alamat  :  desa krueng cut, lorong serambi
nim      :   12061040200**
pewawancara “pernahkah anda terlambat kuliah di pagi hari ?
aulil”pernah tapi tidak sering
pewawancara”kenapa anda bisa terlambat ke perkuliahan ?
aulil”karena  plin plan rasanya pengen pergi pengen ngak
pewawancara”bagaimana menurut anda jam perkuliahan pagi hari ?
aulil “menyenangkan karena gampang masuk pelajarannya
pewawancara “trima kasih atas waktu anda
aulil”sama sama

wawancara IV
nama : ari syuhada
alamat : neuheun
nim : 1206104020***
pewawancara”pernahkah anda telat ke perkuliahan pagi hari
arie”pernah
pewawancara” apa alasan anda sampai telat ke perkuliahan
arie” ketiduran
pewawancara” apakah anda begadang ?? jam berapa biasa anda tidur ??
arie” ia jam dua atau jam tiga biasanya
pewawancara”bagaimana menurut anda jam perkuliahan pagi hari ??
arie” msuk kuliah pagi tu kita dapat menerima pelajaran dengan nyaman dan mampu konsentarasi,tp kalo bngun paginya tu yang susah karna begadang dan tkut dengan air di pgi hari yang masih dingin
pewawancara” terimakasih atas waktunya
arie” sama sama

D.             Hasil wawancara terhadap  mahasiswa letting 2012
Dari keempat wawancara yang dilakukan terhadap mahasiswa letting 2012 maka kamimenyimpulkan bahwa mahasiswa yang terlambat dating ke perkuliahan di pagi hari memiliki alasan yang bervariasi tergatung tempat mereka tinggal dan kegiatan mahasiswa tersebut….
                                                                                                                                                                    













BAB III
penutup
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
















Pengertian  pencegahan
1. Pencegahan adalah proses melakukan tindakan untuk mengantisipasi terjadinya cedera
2. pencegahan adalah tindakan yg dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan
     3. pencegahan adalah awal dari menghindari suatu hal yg tidak di harapkan dengan             melakukan berbagai upaya
     4. pencegahan adalah upaya mengatasi hal yang  tidak di inginkan dengan berbagai cara
     5. pencegahan adalah tahapan untuk menghindari terjadinya cedera
     6. pencegahan adalah perlakuan khusus utuk mengatisipasi terjadinya cedera
     7. pencegahan adalah tindakan awal untuk mennghindari cedera

 Pengertian perawatan
1. Perawatan adalah proses yang di lakukan untuk mencapai kesembuhan
2. Perawatan adalah solusi untuk mendapat kesembuhan
3. Perawatan adalah perlakuan khusus untuk orang yang mengalami cedera
4. Perawatan adalah menjaga melindungi dari penyakit atau bahaya
5. Perawatan adalah tindakan yang diberikan kepada orang yang sedang sakit
6. Perawatan adalah salah satu syarat untuk mendapatkan kesembuhan total
7. Perwatan merupakan tidakan awal yang dilakukan ketika orang mengalami cedera


Pengertian cedera
1. cedera adalah suatu kelainan pada anggota tubuh yang di karenakan sebab sebab tertentu
2. cedera adalah bergesernya anggota tubuh sehingga tidak pada posisi normal
3. cedera adalah akibat dari kesalahan dalam melakukan olahraga
4. cedera adalah sakitnya bagian tertentu dikarenakan olahraga tanpa melakukan pemanasan
5. cedera adalah  kejadian yang sering dihindari namun sering juga terjadi dalam olahraga


“Cedera Olahraga” adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh.


http://rapendik.com/program/pengayaan-pembelajaran/penjas/160-pencegahan-dan-perawatan-cedera-olahraga.html


Pengertian Kebugaran jasmani mnrut para ahli

1.Menurut Judith Rink dan Mochamad Sajoto 

Kebugaran Jasmani adalah kemampuan seseorang menyelesaikan tugas sehari-hari dengan tanpa mengalami kelelahan berarti, dengan pengeluaran energi yang cukup besar, guna memenuhi kebutuhan geraknya dan menikmati waktu luang serta untuk memenuhi keperluan darurat bila sewaktu-waktu diperlukan

2.Menurut Djoko Pekik
Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih menikmati waktu luangnya.

Pengertian olahraga menurut para ahli

1.     Cholik Mutohir

    Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat berupa permainan, petandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia yang memiliki Ideologi yang seutuhnya dan berkualitas berdasarkan Dasar Negara atau Pancasila.
2. Suryanto Rukmono, S. Si
  Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani.

Senin, 20 April 2015

    Cedera berat merupakan cedera yang kisaran kesembuhannya melampaui hitungan minggu
dalam  beberapa kasus cedera berat rata-rata kesembuhannya paling cpat adalah dalam 2 atau 3 bulan
berikut ini mrupakan beberapa kasus cedera berat

  1. Dislokasi
       Dislokasi merupakan terpisahnya sendi daripada tempat seharusnya sehingga menyebabkan ketidakseimbangan tubuh dan tidak normal bentuk tubuh


    gambar dislokasi jari

 (Kartono Mohammad, 2001: 31). Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi, ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor. Akibanya, sendi itu akan mudah mengalami dislokasi kembali.


2. Fraktur
   
 Fraktur atau biaa disebut patah tulang merupakan patahnya penegak tubuh(tempat melekatnya daging), jika salah satu tulang patah maka anggota tubuh yang ada di sekitar tulang yang patah tertsebut tidak bisa di gerakkan dengan benar

gambar fraktur 

Patah tulang adalah suatu keadaan yang mengalami keretakan, pecah atau patah, baik pada tulang maupun tulang rawan. Menurut Mirkin dan Hoffman (1984: 124-125)



   Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang lanjutan cedera  dalam pembahasan minggu lalu, kali ini kita akan membahas cedera sedang sekaligus dengan cedera berat dan cedera lainnya
kita mulai dengan cedera sedang


  1. Strain
      Strain merupakan tarikan yang terjadi pada otot ligament atau tendon sehingga menyebabkan otot merenggang secara besecara berlebihan sehingga menyebabkan terjadinya kelemahan pada otot dan pecahnya serabut serabut kecil otot

    gambar sprain
       strain adalah pengerutan pada otot, yang muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri. Kram bisa sembuh dengan sendirinya selama beberapa detik, menit, atau jam, tergantung dari kontraksi tersebut, dan kram dapat terjadi pada otot rangka atau otot polos.
                                          http://id.wikipedia.org/wiki/strain


  2. sprain
         
    Sprain adalah koyaknya  otot ligamen atau tendon yang bersifat parah karena desakan,tumpuan atau putaran yang tidak semestinya

    gambar sprain
         sprain Adalah kekoyakan ( avulsion ) seluruh atau sebagian dari dan disekeliling sendi, yang disebabkan oleh daya yang tidak semestinya, pemelintiran atau mendorong / mendesak pada saat berolah raga atau aktivitas kerja.
    Kebanyakan keseleo terjadi pada pergelangan tangan dan kaki, jari-jari tangan dan kaki. Pada trauma olah raga (sepak bola) sering terjadi robekan ligament pada sendi lutut. Sendi-sendi lain juga dapat terkilir jika diterapkan daya tekanan atau tarikan yang tidak semestinya tanpa diselingi peredaan.
    http://worldhealth-bokepzz.blogspot.com/2012/05/pengertian-sprain-keseleo.html


    daftar pustaka

    http://worldhealth-bokepzz.blogspot.com/2012/05/pengertian-sprain-keseleo.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/strain

Selasa, 14 April 2015

https://www.youtube.com/channel/UCu_LpliyfGkGJtlB1J50Cug

Menggunakan Tes Two-Hand Medicine Ball Put
a. Tujuan
Mengukur daya ledak otot lengan dan bahu
b. Peralatan
1) Bola medisin seberat 2,7216 kg ( 6 pound )
2) Kapur atau isolasi berwarna
3) Tali yang lunak untuk menahan tubuh
4) Bangku
5) Alat ukur / rol meter
c. Pelaksanaan
1) Duduk di bangku dengan punggug lurus
2) Memegang bola medisin dengan dua tangan, di depan dada dan
     di bawah dagu
3) Mendorong bola jauh ke depan sejauh mungkin, punggung tetap
     menempel di sandaran kursi, ketika mendorong bola, tubuh testi
     ditahan dengan menggunakan tali oleh pembantu tester.
4) Lakukan ulangan sebanyak tiga kali.
5) Sebelum melakukan tes, boleh melakukannya sekali.
Contoh gambar.
d. Penilaian
1) Jarak diukur dari tempat jatuhnya bola hingga ujung bangku
2) Nilai yang diperoleh adalah jarak yang terjauh dari ketiga ulangan yang dilakukan.
 Tabel pengukuran otot lengan.
No
Nama
Hasil Penilaian Daya Ledak Otot Lengan
Kg (Kilogram)
1
2
3

1





2





3





4





5





6










Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!